Topik Bagaimana Raden Wijaya Menyikapi Kehadiran Pasukan Mongol Di Singasari Setelah Kerajaan Dipindahkan

Bagaimana Raden Wijaya Menyikapi Kehadiran Pasukan Mongol Di Singasari Setelah Kerajaan Dipindahkan

Bagaimana Raden Wijaya Menyikapi Kehadiran Pasukan Mongol Di Singasari Setelah Kerajaan Dipindahkan

Raden Wijaya menyikapi kedatangan pasukan Mongol dengan berusaha bersekutu dengan pasukan Mongol guna menyerang Jayakatwang dengan memberi peta daerah Kalang kepada pasukan Mongol. Raden Wijaya berjanji akan tunduk pada kekuasaan Yuan apabila dibantu dalam menyerang Jayakatwang.

Akhirnya, Jayakatwang berhasil dikalahkan oleh pasukan Mongol dan Raden Wijaya berpura-pura kembali ke Majapahit guna menyediakan pembayaran upeti untuk Mongol dan meninggalkan sekutunya yang sedang berpesta merayakan kemenangan atas Jayakatwang.

Raden WIjaya kemudian meminta sebagian pasukan Mongol untuk datang ke Majapahit tanpa dilengkapi senjata kemudian Raden Wijaya menyergap rombongan pasukan yang datang ke Majapahit dan menyerang kamp pasukan Mongol dengan tiba-tiba sehingga pasukan Mongol terdesak dan kembali ke kapal-kapalnya guna menghindari serangan tersebut.

Peristiwa kehancuran Singhasari terjadi tahun 1292. Jayakatwang lalu menjadi raja, dengan Kadiri sebagai pusat pemerintahannya. Atas saran Aria Wiraraja, Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya yang datang menyerahkan diri. Raden Wijaya kemudian diberi Hutan Tarik untuk dibuka menjadi kawasan wisata perburuan.

Sesungguhnya Aria Wiraraja telah berbalik melawan Jayakatwang. Saat itu ia ganti membantu Raden Wijaya untuk merebut kembali takhta peninggalan mertuanya. Pada tahun 1293 pasukan Mongol datang untuk menghukum Kertanagara yang telah berani menyakiti utusan Kubilai Khan tahun 1289. Pasukan Mongol tersebut diterima Raden Wijaya di desanya yang bernama Majapahit. Raden Wijaya yang mengaku sebagai ahli waris Kertanagara bersedia menyerahkan diri kepada Kubilai Khan asalkan terlebih dahulu dibantu mengalahkan Jayakatwang.

Berita Cina menyebutkan perang terjadi pada tanggal 20 Maret 1293. Gabungan pasukan Mongol dan Majapahit menggempur kota Kadiri sejak pagi hari. Sekitar 5000 orang Kadiri tewas menjadi korban. Akhirnya pada sore harinya, Jayakatwang menyerah dan ditawan di atas kapal Mongol.

Dikisahkan kemudian pasukan Mongol ganti diserang balik oleh pihak Majapahit untuk diusir keluar dari tanah Jawa. Sebelum meninggalkan Jawa, pihak Mongol sempat menghukum mati Jayakatwang dan Ardharaja di atas kapal mereka.

Menurut kitab Pararaton dan Kidung Panji Wijayakrama, Jayakatwang yang telah menyerah lalu ditawan di benteng pertahanan Mongol di Hujung Galuh. Menurut Pararaton dan Kidung Harsawijaya, ia meninggal di dalam tahanan penjara Hujung Galuh setelah menyelesaikan sebuah karya sastra berjudul Kidung Wukir Polaman.

author
Author: 

    Leave a reply "Topik Bagaimana Raden Wijaya Menyikapi Kehadiran Pasukan Mongol Di Singasari Setelah Kerajaan Dipindahkan"