Bagaimana Kodok Menetas?

No comment 233 views
Metamorfosis Katak

Metamorfosis Katak

Kata Tuan – Bagaimana Kodok Menetas? Sebagian besar amfibi meletakkan telurnya dalam air. Telur kodok disebut spawn. Telur ini dilindungi dari predator (pemangsa) dengan lapisan jeli yang tebal. Di dalamnya kecebong berkembang. Ketika sudah menetas, kecebong dapat berenang, menggunakan ekornya yang panjang, dan bernapas menggunakan insang. Ketika kecebong berkembang, mula-mula kaki belakang dan kemudian kaki depan mulai tumbuh. Paru-paru berkembang, dan kodok muda mampu untuk mulai bernapas dengan kepalanya di atas permukaan air. Berangsur-angsur ekor menyusut sampai kodok muda menyerupai induknya yang sudah dewasa.

Katak berkembang biak dengan cara bertelur. Katak bertelur di dalam air. Jumlah telur yang dihasilkan seekor katak betina sangat banyak. Akan tetapi, tidak semua telur berhasil menetas. Telur-telur tersebut banyak yang dimakan oleh ikan atau hewan lain. Telur-telur katak akan menetas setelah 10 hari.

Setelah telur ini menetas, telur telur tersebut akan berubah menjadi kecebong. Setelah berumur 2 hari, berudu atau kecebong ini akan memiliki insang luar dan bulu yang digunakan untuk bernafas. Setelah berumur 3 minggu, insang berudu tertutup kulit. Setelah berusia 3 minggu, kaki belakang berudu terbentuk dan menjadi besar ketika kaki depannya mulai tumbuh. Setelah berumur 12 minggu, kaki depan mulai terbentuk dan ekornya menjadi pendek serta mulai menggunakan paru paru untuk bernafas.

Setelah pertumbuhan badannya mencapai sempurna, hewan ini akan berubah menjadi katak dewasa. Katak menggunakan kulit dan paru paru untu bernafas. Maka dari itu, hewan ini hidup di dua alam.

Catatan fakta

Katak pohon hidup dalam hutan hujan di Amerika Selatan dan menggunakan kumpulan air di tengah tanaman tropis tertentu. Walaupun dapat berenang kodok ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di luar air, di antara daun pepohonan tempat banyak serangga hinggap, yang merupakan makanannya. Kodok ini mempunyai jari-jari kaki yang lengket sehingga dapat memanjat.

author
Author: 

    Leave a reply "Bagaimana Kodok Menetas?"