Bagaimana Kamu Mendefinisikan Amfibi?

No comment 87 views
Sistem Pencernaan Amfibi

Sistem Pencernaan Amfibi

Kata Tuan – Bagaimana Kamu Mendefinisikan Amfibi? Amphibia berasal dari kata Amphi yang artinya rangkap, dan bios yang artinya kehidupan. Dan amphibia adalah hewan yang hidup dengan dua bentuk kehidupan,mula-mula dalam air tawar kemudian dilanjutkan di darat. Fase kehidupan di dalam air berlangsung sebelum alat reproduksinya masak, keadaan ini merupakan fase larva atau biasa disebut berudu. Amphibi mempunyai ciri-ciri, tubuhnya diselubungi kulityang berlendir, merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm, amphibi mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan, yaitu dua serambi dan satu bilik, mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yangterdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang diair, pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru (Anonim, 2011).

Pembuahan pada kodok dilakukan di luar tubuh. Kodok jantan akan melekat di punggung betinanya dan memeluk erat ketiak si betina dari belakang. Sambil berenang di air, kaki belakang kodok jantan akan memijat perut kodok betina dan merangsang pengeluaran telur. Pada saat yang bersamaan kodok jantan akan melepaskan spermanya ke air, sehingga bisa membuahi telur-telur yang dikeluarkan si betina(Anonimous,2011).

Pada pembuahan eksternal biasanya dibentuk ovum dalam jumlah besar, karena kemungkinan terjadinya fertilisasi lebih kecil dari pada pembuahan secara internal. Pada katak betina menghasilkan ovum yang banyak, kalau kita membedah katak betina yang sedang bertelur, kita akan menjumpai bentukan berwarna hitam yang hampir memenuhi rongga perutnya, itu merupakan ovarium yang penuh berisi sel telur, jumlahnya mencapai ribuan. Pada katak betina juga ditemukan semacam lekukan pada bagian leher, yang berfungsi sebagai tempat ”pegangan” bagi katak jantan ketika mengadakan fertilisasi. Hal ini diimbangi oleh katak jantan dengan adanya struktur khusus pada kaki depannya, yaitu berupan telapak yang lebih kasar. Fungsinya untuk memegang erat katak betina ketika terjadi fertilisasi (Iqbalali,2009).

Menurut Kimball (1992: 98) Amphibia umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup didua alam yakni di air dan di daratan. Amphibia bertelur di air atau menyimpan telurnya ditempat yang lembab dan basah. Ketika menetas larvanya yang dinamakan berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernafas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru.

Menurut Anonimus (2011) Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibi mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di air dan di darat, pada umumnya amphibi mempunyai siklus hidup awal diperairan dan siklus kedua di daratan.

Dari sudut pandang evolusi, amfibi berada di antara ikan dan reptilia. Seluruhnya terdapat 4.400 jenis/spesies amfibi yang masih hidup. Katak, kodok bangkong, newt, dan salamander semuanya termasuk amfibi. Banyak yang hidup di darat, menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam air.

Kodok dan salamander mampu bernapas lewat kulit mereka yang lembab sampai tingkat tertentu, baik dalam air maupun di darat, tetapi bangkong terutama mengandalkan pada paru-parunya dan tidak dapat tetap berada dalam air dalam jangka waktu lama. Bangkong dan kodok mempunyai banyak persamaan, walaupun bangkong biasanya mempunyai kulit yang lebih kasar, lebih kering, dan mungkin berjalan sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya bukannya melompat seperti yang dilakukan kodok. Beberapa bangkong menghasilkan telur dalam bentuk untaian, seperti kalung, bukan dalam massa telur seperti yang dihasilkan oleh kodok.

Amfibi paling besar, salamander raksasa Cina, panjangnya dapat mencapai 1,8 m.

Catatan fakta

Beberapa amfibi dengan warna cerah menghasilkan racun dalam kelenjar di kulitnya. Warna cerah mengingatkan burung dan binatang lain untuk tidak memakannya. Racun kodok ini termasuk salah satu racun paling kuat yang diketahui manusia. Di amerika Selatan, racun dari kodok panah beracun ditambahkan pada ujung anak panah yang digunakan oleh orang Indian untuk berburu.

author
Author: 

    Leave a reply "Bagaimana Kamu Mendefinisikan Amfibi?"